• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Showing posts with label NASEHAT. Show all posts
Showing posts with label NASEHAT. Show all posts

3 wasiat rasulullah shallahu alaihi sallam

SAUDARAKU, Rasulullah SAW pernah memberikan tiga nasihat kepada kedua sahabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal.

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji,” (HR. Tirmidzi).

Saudaraku,

Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? “

Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Ubay baik bertanya.

“Pernah!” jawab Umar.

Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?”

“Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.”

Maka Ubay berkata, “Maka demikian pulalah taqwa!”

Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.

Saudaraku,

Nasihat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa terdapat dalam surat Ali Imron 102.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam,” (QS Ali Imron:102).

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja, memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiat dapat dilaksanakan.

selanjutnya :

Share:

8 tips belajar bahasa arab dengan mudah


Belajar bahasa Arab memang sangat penting, terutama bagi Anda yang sedang memperdalam ilmu-ilmu agama Islam, seperti Ilmu Tafsir, Hadits, Fiqih, Qiroat dan lain-lain. Belajar bahasa Arab itu tidak lepas dari belajar Nahwu dan Shorof. Khususnya belajar bahasa Arab untuk pemula, Anda harus menguasai bahasa Arab dasar, percakapan bahasa Arab dan mufrodat terjemahan bahasa Arab dengan baik dan benar.
Sebenarnya sangat mudah untuk belajar bahasa Arab bagi pemula. Sudah banyak sekali media yang menyediakan belajar bahasa Arab secara intensif. Misalnya Anda dapat mengikuti khursus bahasa Arab, belajar melalui visual seperti youtube atau bisa juga menggunakan aplikasi android seperti Ttalk dan lain-lain.
Setidaknya ada beberapa materi yang harus benar-benar dipahami bagi pemula, sebagai pondasi dasar untuk belajar bahasa Arab dengan mudah dan cepat. Selain itu juga ada cara atau trik agar belajar bahasa Arab menjadi lebih menyenangkan.
Berikut ini beberapat trik agar belajar bahasa Arab menjadi lebih mudah dan menyenangkan:

1. Mulai menghafal banyak kosa kata (mufrodat). Agar mudah diingat, terapkan dalam satu hari menghafal minimal 3 kosa kata. Setelah itu, dari 3 kosa kata tersebut buatlah contoh kalimat, masing-masing 3 kalimat. Misalnya kosa kata ‘Buku’ bahasa Arabnya ‘كِتَابٌ’ kemudian buat kalimatnya “Buku itu baru” bahasa Arabnya “الكِتَابُ جَدِيْدٌ”. Terus sampai 3 kalimat. (Buat kalimat dengan bahasa Indonesia dahulu, baru dicari bahasa Arabnya).

2. Banyak menghafal percakapan-percakapan (muhaddatsah). Anda bisa memulainya dengan menghafal percakapan-percakapan sederhana. Seperti: percakapan ketika berkenalan, ketika dalam kendaraan dan lain sebagainya. Banyak buku-buku percakapan bahasa Arab (muhaddatsah) yang tersedia.

3. Pastikan Anda sudah bisa membuka kamus bahasa Arab. Dalam hal ini cara mencari kata (menemukan asal katanya). Sering-seringlah membuka kamus seperti: Al-Munawir dan Munjid.

4. Cobalah untuk menerjemahkan kitab yang berbahasa Arab kedalam bahasa Indonesia, atau bisa juga sebaliknya.

5. Sering-seringlah membuat suatu karangan cerita dengan menggunakan bahasa Arab. Setelah itu mintalah teman atau guru yang sudah ahli untuk mengoreksi.

6. Carilah partner atau teman belajar yang setingkat (dalam bahasa Arabnya) dengan Anda. Hal demikian agar Anda selalu termotivasi dan lebih greget.

7. Bergurulah dengan orang yang memang ahli dalam bahasa Arab. Misalnya guru di sekolah/ kampus atau teman Anda yang memang sudah mahir berbahasa Arab.

8. Terus belajar dan jangan pernah merasa puas

Share:

15 LANGKAH MENGHAFAL ALQURAN

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering diulang-ulang oleh manusia. 

Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : 


“ Hal Pertama (yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “ (Imam Nawawi, Al Majmu’,(Beirut, Dar Al Fikri, 1996) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66)) 


Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :


SELANJUTNYA : 

Share:

PULANG LAH NAK ! BERBAKTILAH KEPADA IBUMU


Semua orang tua pasti ingin dekat dengan anak-anaknya, terutama di masa tua dan masa sepuh mereka. Setiap orang tua, terutama ibu pasti sangat ingin berada bersama anak-anak yang sangat ia cintai. Tidak jarang sang ibu meminta anaknya agar tidak tinggal jauh darinya atau agar tidak tinggal di luar kota, atau sang ibu meminta anaknya agar segera pulang ke kampung masa kecilnya untuk menemani orang tua dan ibunya.

Kasih Sayang Ibu Tidak Lekang Oleh Jarak dan Waktu

Sekiranya sang ibu mengatakan:
“Ibu sih terserah kamu nak, jika di kota A kamu lebih sukses, ibu hanya bisa mendoakan kamu dari kampung masa kecilmu ini”
Ketauhilah, ketika engkau memilih bertahan di kota A, hati ibumu sangat kecewa sekali tetapi ia berusaha menguatkan diri dan tersenyum di depan mu dan tentunya selalu mendoakanmu, buah hati tercinta.
Saudaraku, meskipun kita sukses di kota A atau merasa sangat senang dan nyaman tinggal di kota A, jika engkau ada kesempatan tinggal bersama orang tua khususnya ibumu, maka pulang lah, temani ibumu dan berbaktilah. Mereka lah yang menjadikan engkau suskes dan berhasil dengan izin Allah
Catatan: berbakti pada ibu adalah prioritas utama anak laki-laki, adapun anak perempuan yang sudah menikah, maka ia mengikuti suaminya.

Jangan Sia-Siakan Kesempatan Berbakti Kepada Ibu

Berbaktilah kepada kedua orang tua kita, terutama ibu, karena berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling mudah memasukkan seseorang ke surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪُ ﺃَﻭْﺳَﻂُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﺈِﻥْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺄَﺿِﻊْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏَ ﺃَﻭِ ﺍﺣْﻔَﻈْﻪُ
Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad, hasan)
Maksud pintu yang paling tengah adalah pintu yang palong mudah dimasuki. Perhatikan jika ada tembok di depan kita, lalu ada pintu di tengah, di samping pinggir kanan dan kiri, tentu secara psikologi kita akan pilih yang tengah karena mudah untuk memasukinya.
Mengapa mudah berbakti pada orang tua, terurama ketika mereka sudah tua? Karena orang yang sudah tua sudak tidak menginginkan “gemerlapnya dunia” lagi.


Ibu Merindukan Kehadiranmu, Nak!

Mereka sudah tidak minta pada anaknya makanan-makanan lezat karena lidah mereka mungkin sudah kaku
Mereka sudah tidak minta pada anaknya jalan-jalan yang jauh karena kaki sudah mulai rapuh
Mereka sudah tidak minta kepada anaknya perhiasan dunia karena mata mulai merabun
Yang mereka inginkan hanyalah engkau menemani mereka, mengajak ngobrol, membawa cucu-cucu mereka untuk bermain dengan mereka. Suatu perkara yang cukup mudah dengan balasan yang surga Allah
Saudaraku, karenanya sangat celaka seseorang yang mendapati kedua orang tuanya sudah tua dan sepuh tetapi tidak masuk surga, karena tidak memanfaatkan amalan yang cukup mudah yaitu berbakti kepada mereka kemudian masuk surga.
Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
“Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” [HR. Muslim 2551]

Share:

MEMPERKUAT ILMU DENGAN BERAMAL

Sangat perhatian dalam mengamalkan ilmu
Perhatian dalam mengamalkan ilmu agama merupakan sebab terbesar semakin kokoh dan mantapnya ilmu agama (ilmu syar’i) yang telah kita dapatkan. Jika amal tidak diperhatikan alias ditinggalkan, maka hilanglah ilmu.
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, beliau berkata,
هتف بالعلم العمل ؛ فإن أجابه وإلا ارتحل
“Amal itu memanggil dengan sebab ilmu. Jika panggilan itu direspon, (maka itulah yang diharapkan). Jika tidak, maka dia akan pergi.” [1]
Oleh karena itu, amal adalah sebab kokohnya ilmu. Asy-Sya’bi rahimahullahu Ta’ala (generasi tabi’in) berkata,
كنا نستعين على حفظ الحديث بالعمل به
“Dulu kami berusaha untuk menghapal hadits dengan mengamalkannya.” [2]
Juga diriwayatkan dari Abu Darda’ radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, beliau berkata,
إنك لن تكون عالما حتي تكون متعلما، ولن تكون متعلما حتي تكون عاملا بما تعلمت
“Sesungguhnya Engkau tidak akan menjadi seorang ‘alim (orang yang berilmu), sampai Engkau belajar (menuntut ilmu). Tidaklah Engkau menjadi penuntut ilmu, sampai Engkau mengamalkan ilmu yang telah Engkau pelajari.” [3]
Share:

10 hal pembatal keislaman

I
Islam bisa batal sebagai mana hal nya wudhu bisa batal, 
Sesungguhnya Allah swt telah memilih setiap diantara kita untuk menjadi bagian dari seorang muslim. Sungguh, ini merupakan satu kenikmatan yang sangat agung dan tak patut untuk diabaikan, yang mana setiap kita, seharusnya dapat mensyukurinya setiap saat, merenungkannya, betapa kenikmatan ini jika hilang, maka kita akan menjadi diantara bagian orang-orang yang merugi. Bila status keIslaman kita hilang, maka yang ada pada akhirnya adalah kesengsaraan abadi di dalam neraka jahannam. Na’udzubillah.
Oleh karena itu, seringkali Allah swt menegaskan di dalam berbagai ayat-Nya agar kita senantiasa menjaga keislaman dan keimanan kita, karena sesungguhnya keislaman kita itu tidak ada yang dapat menjaminnya tetap melekat dan langgeng pada diri kita, kecuali atas rahmat Allah swt yang disertai dengan usaha kita dalam menghindari perkataan dan perbuatan yang dapat membatalkan keislamannya.
Inilah seharusnya yang patut diwaspadai oleh kita agar keislaman kita tetap utuh. Dalam hal ini para ulama telah merinci dari berbagai ayat dan hadits, bahwa ada 10 macam pembatal yang dapat mengancam jaminan keislaman seorang muslim. 10 pembatal keislaman tersebut adalah:
1. Menyekutukan Allah swt (Syirik)
Diantaranya, menyembelih untuk selain Allah, seperti orang yang menyembelih untuk jin atau kuburan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS.An-Nisa’: 48).
2. Seseorang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah swt.
Memohon, meminta dan bertawakkal kepadanya. Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah, meminta do’a dan syafaat serta berserah diri (bertawakkal) kepada perantara tersebut, yang melakukan hal itu menurut kesepakatan (ijma’) para ulama adalah kafir. (lihat QS.Al-Fatihah : 5)
3. Seseorang yang tidak mengkafirkan orang-orang kafir.
Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang kafir (baik dari Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang musyrik atau orang Atheis atau selain itu dari berbagai macam kekufuran) atau ragu akan kekafirannya atau membenarkan maz-hab (faham) ajarannya, maka iapun dianggap kafir.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS. An-Nisa’: 150-151).
Dalam ayat ini Allah swt menegaskan tentang kekafiran orang-orang yang beriman hanya kepada Allah swt, tetapi kepada sebagian tidak beriman, bahkan orang seperti ini, Allah swt katakan sebagai sebenar-benarnya orang kafir.
4. Orang yang meyakini bahwasanya petunjuk selain petunjuk Rasulullah saw lebih sempurna atau meyakini bahwa hukum selain hukum yang dibawa Rasulullah saw lebih baik.
Yaitu, seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum buatan manusia atau thogut dari pada hukum yang dibawa oleh Rasulullah saw. Dengan berbagai alasan apapun, tidak ada kata yang lebih buruk untuk sebutan orang-orang yang mengambil hukum selain hukum Allah swt melainkan adalah orang-orang kafir, yang membangkang, para penentang dan musuh-musuh Allah swt yang berusaha menandingi-Nya.
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Qs Al-Maidah: 50).
5. Orang yang membenci terhadap sesuatu dari apa-apa yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya
“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 8-9).
6. Orang yang menghina dan mengejek agama, pahala dan siksanya.
Barangsiapa mengolok-olok yang berkaitan dengan agama yang mulia ini, baik itu sengaja atau hanya untuk bersenda gurau, maka ia telah kafir. Yaitu mereka yang menghina Allah dan Rasul, Al-Qur’an, dienul Islam, malaikat, atau para ulama karena ilmu yang mereka miliki. Atau menghina salah satu syi’ar dari syi’ar islam seperti : Shalat, Zakat, Puasa, Haji, menghina masjid, Adzan, atau sunnah-sunnah Rasulullah saw lainnya dan syi’ar-syi’ar agama Allah dan tempat-tempat yang disucikan dalam keyakinan islam serta terdapat keberkahan padanya.

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS.At-Taubah: 65-66).
7. Sihir, dengan segala macam bentuk dan jenisnya.
Yaitu yang melakukan atau rela dengan perbuatan ini. Diantaranya adalah ilmu guna-guna yang merobah kecintaan seorang suami terhadap istrinya menjadi kebencian, atau menjadikan seseorang mencintai orang lain atau sesuatu yang dibencinya dengan cara-cara syetani.

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS.Al-Baqoroh: 102).
8. Memberikan pertolongan kepada orang kafir dan membantu mereka dalam rangka memerangi kaum muslimin.
“... Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Q.S.Al-Maidah: 51).
9. Mempunyai keyakinan bahwa sebagian manusia diberi keleluasaan untuk keluar dari syariat Rasulullah saw.
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Q.S. Saba’:28)
Rasulullah saw bersabda:
“tidaklah seorangpun dari umat ini (manusia) yang mendengar tentang keadaanku (sebagai utusan Allah), baik dia itu seorang Yahudi atau Nashrani, lalu dia mati dan tidak beriman dengan apa yang telah diturunkan kepadaku, kecuali pasti dia termasuk diantara penghuni neraka.” (HR. Ahmad)
10. Berpaling dari agama Allah swt, ia tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.
“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka”. (QS. Muhammad: 25-28).
Wahai saudaraku sesama muslim! [semoga Allah memberimu petunjuk kepada kebenaran] tidak ada perbedaan antara orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keislaman ini dengan bercanda, serius atau karena takut, kecuali orang yang terpaksa. Pembatal-pembatal ini termasuk yang paling berbahaya dan paling banyak orang yang terperosok di dalamnya. Maka seorang muslim harus waspada, berhati-hati dan mengkhawatirkan hal itu menimpa dirinya.
Kita memohon perlindungan kepada Allah swt dari segala hal yang mendatangkan amarah dan siksa-Nya yang pedih.
-------------------------
Referensi :
1. Majalah Gerimis, edisi 8 thn.2, Agustus 2007.
2. Masalah-masalah penting dalam Aqidah islam, oleh: Syaikh Muhammad Jamil Zainu (guru di Dar al hadist Al khairiyah, Makkah Al mukarrammah)
3. Hal-hal yang membatalkan keislaman, oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua Umum Departemen Riset, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan Islam), Riyadh, K.S.A
4. Penerapan Hukum Allah, Hasmi 2006
5. Syarat-Syarat Iman, Syarat-Syarat Islam dan Pembatal-Pembatal Islam Oleh: Darul Qosim ,Daar Al- Gasem, Riyadh
Share:

KUMPULAN KATA2 MUTIARA ISLAM

Kumpulan Kata Kata Mutiara Islam

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. (Umar bin Khattab)
Ya Allah, indahkanlah cintaku, lancarkanlah rezekiku, bahagiakanlah keluargaku, dan muliakanlah kehidupanku. (doa)
Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya. HR. Abu Daud, Tirmidzi
Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur. Tutup pintu, tutup rapatlah bejana tutuplah makanan dan minuman (Muttafaq’alaih)
“wahai orang-orang yang beriman, banyaklah kamu mengingat nama Allah dan bertasbihlah di waktu pagi dan petang” QS. Al-Ahzab :41-42
Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.
Saudariku Muslimah. Jadilah engkau wanita mukminah dan bersyukur. Jangan menjadi wanita yang kafir dan kufur.
Rasulullah bersabda: Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dgn Allah (untuk mengabulkan). (HR.Muslim)
Sesibuk apapun Anda hari ini, sholatnya harus tepat waktu. Ingat, adzan itu panggilan Allah, bersegeralah menghadapnya
Jangan takut mati. Kematian tidak akan menghancurkan dan menghinakan, dosalah yang akan membuat kita binasa.
Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat takwa hingga dia meninggalkan hal-hal yang berseteru dalam hatinya. (Abdullah bin Umar)
Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya. (Ibnu Attailllah as Sakandari).
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajikan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia. (Nasirin)
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi Allah. (Adh-Dhahhak)
Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka.
Share:

WASIAT SHALAHUDDIN AL AYYUBI rahimahullah

PETIKAN KHOTBAH
SHALAHUDDIN AL AYYUBI

Kita memohon kepada Alloh yang maha Agung maha tinggi, tempat kita menujukan segala puji dan syukur kepada-Nya, yang telah melimpahan bimbingan dan ketenangan hati serta meredakan segala apa yang telah menganiaya dan menghancurkan jiwa dan raga hamba-Nya. Dimanakah kehormatan kita saat ini sebagai ummat Islam ? Dimanakah gelora semangat kita sebagai orang-orang yang beriman.
 
Selama ini tidak henti-hentinya kita mengagumi orang kafir atas yang mereka yakini, atas apa yang mereka perbuat. Sungguh sangat tidak pantas kita melakukan hal itu. Disinilah letak kelemahan kita sebgai orang beriman yang meyakiniAlloh sebagai Rabb semesta alam. Ternyata kita sendirilah yang tidak memiliki semangat. Tidak satupun ummat muslim yang merespon dan memenuhi panggilan jihad. Tidak satupun yang berusaha meluruskan kesalahan yang telah terjadi. Mereka hanya diam terpaku menyaksikan sirnanya kejujuran yang dan sikap keterus terangan. Persatuan apa yang telah berhasil dicapai ummat Islam? Tujuan apa yang mereka kejar? Pertolongan apa yang telah mereka berikan kepada saudara-saudara mereka? Berapa banyak uang yang mereka pinjam dan mereka habiskan? Kekayaan apa yang berhasil mereka kumpulkan dan berapa banyak yang telah mereka bagi-bagikan untuk menolong sesama mereka?
 
Di tanah mereka tidak ada lagi seorang pemimpinpun, tidak ada lagi seorang dermawanpun, yang berlomba-lomba memberikan dukungan, yang saling berlomba-lomba diantara sesamanya sendiri membangun pertahanan yang kuat. Jika dihadapkan pada keadaan dimana mereka diminta utnuk mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela dan mempertahankan agama, maka mereka akan mengelak dan berbalik mundur. Sebaliknya mereka terus membiarkan orang kafir bertindak sekehendak hati mereka. Baik langsung maupun tidak langsung mereka terus membantu orang kafir membuat  dan menimbun senjata. Mereka membiarkan orang-orang kafir mengpergagah diri maju ke depan  dan menjadi pemenang perang. Seluruh apa yang mereka buat  dan sikap dermawan  yang mereka tunjukkan sama sekali bukan ditujukan untuk membantu dan membela kehormatan agamanya.
 
Sebaliknya ummat selalu terus menerus dilemahkan dan dibiarkan mengalami degradasi moral. Akibatnya ummat Islam menjadi ummat yang lalai dan pemalas. Mereka jatuh terlena terhadap keadaan sekeliling dan tidak memiliki gairah serta semangat untuk menegakkan kehormatan agamanya. Jika - walaupun hal ini dilarang Alloh - Islam menarik diri dari pusat kekuasaan, Islam melanturkan kejayaan dirinya, Islam menunpulkan pedangnya, maka tidak satupun ummatnya dari barat maupun timur, jauh maupun dekat, yang bersedia tampil maju kedepan mengobarkan semangat untuk menegakkan kalimat Alloh , tidak satupun yang memilih untuk berpihak kepada kebenaran menghadapi kesombongan dan kepalsuan.
 
Kini saatnya bagi kita untuk bangkit. Telah tiba saatnya bagi kita bersama membuang selimut kemalasan. Saatnya sekarang memanggil dan mengumpulkan mereka, laki-laki yang dalam urat nadinya masih mengalir darah keimanan. Kami yakin (ia berbicara tentang dirinya sendiri dan sekelompok kecil orang-orang mukmin yang bergabung dengannya dan kemudian berkembang menjadi kelompok besar), kami yakin , segala puji hanyalah bagi Alloh Rabb semesta alam, alhamdulillah atas limpahan pertolongan-Nya sehingga keikhlasan dan kesungguhan hati serta ibadah kepada Nya terus berlangsung. Insya Alloh orang kafir akan hancur, dan iman serta keimanan akan  tegak menjulang”

Abu Shahma
Kitab Ar Rawadatain.
Share:

Blogroll

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.
BY AHRAR MEDIA CORPORATION. Powered by Blogger.

Postingan Populer

Total Pageviews

Search

Labels

Translate to your language

Follow on Facebook

Blogger templates

POSTINGAN POPULER

Pages - Menu